Dia
Aku mulai mengenalnya dua tahun yang lalu, ketika aku duduk di sebelahnya . S aat itu dia hanya tertawa melihat tingkah ku yang serba salah. Tentu saja , a da yang membuat aku berbeda di sana. Ternyata d ia masih ingat hari itu , k etika kami tengah mengobrol bersama kembali. Sepertinya , sudah lama terjadi hingga aku tak ingat persisnya kapan. Dua tahun yang lalu ia belum mempercayaiku untuk menyimpan rahasianya atau berbagi sebuah masalah kepadaku. Tapi aku tak mempermasalahkan semuanya, karena aku tak pernah berpikir untuk mengenalnya lebih dekat. Satu tahun yang lalu kami kembali bersama, bahkan kembali bertemu disatu ruangan yang sama. Aku pun mulai berpikir satu tahun setelah ini kami akan bersama kembali. Tapi sayangnya tidak. Satu tahun yang lalu dan dua tahun yang lalu b...